“Me, a 10 year old child is still listening to my mother for bedtime
stories. Why? The last 45 minutes before I sleep is when I chat with my mom,
about personal stuff I'm worried about or how to improve what I do. …………………This is really important, because the last 45 minutes we do are sucked 10 times
more to our conscious that what we do the rest of the day.” Kutipan dari blog anak-ku ditulis sekitar usia
10 thn.
Sepekan sebelum ngeblog, bunda
mencoba test apakah di usia 14 thn ini , masih ingat cerita-cerita dulu.
Ternyata cerita didengar dari bayi masih nangkring dengan sukses di memory
anak. Dan pernah dulu kejadian ini juga
buat bunda yakin dengan penting-nya mendongeng. Ketika berusia sekitar 8 thn,
sewaktu menonton ‘the pursuit of happyness’ salah satu adegan si anak ngomong
‘..seperti nenek yang terjebak banjir
dan tidak mau ditolong …’. Anak-ku langsung nyeletuk: ‘loh Ma, itu’kan cerita pastor tua yang waktu
banjir berdoa kepada Tuhan minta pertolongan ya, Tuhan kirim perahu mau
tolongin sampai 3x, tapi pastor-nya tidak mau’.
Bunda pikir, wah benar nih.. ternyata mendongeng saat menjelang tidur
powerfull. Sudah sangat lama diceritakan tapi masih dapat diingat dengan baik.
Sejak dari bayi sekitar umur
5-6 bulan, sebelum tidur mendongeng sudah menjadi ritual kami, berlangsung
hingga sekitar kelas 5. Saat masih usia batita, bunda mendongeng dengan
membacakan buku cerita. Yup.. mendongeng itu cukup cerita’in aja dari
gambar-gambar yang ada di buku, jika text-nya singkat, dibaca saja. Mudah ‘kan. Jadi mendongeng ke anak ngga perlu dibayangin
harus meniru-niru suara atau-pun ber-acting-acting. (kalau bisa tentu jadi complimentary),
ingat suara bunda adalah suara terindah buat anak kita.
Pilih buku dengan gambar besar
dan warna-warni. Ukuran buku tidak masalah, yang penting ada gambar.
![]() |
| Salah Satu Buku Kesukaan Kami, |
Bunda memang suka mendongeng
dengan buku, sebab tujuannya memang ingin membuat anak suka membaca. Hanya
sekali-kali saja menggunakan boneka.
Ketika si anak sudah bisa
membaca sendiri, semua buku cerita yang ada dilahap habis. Karena sudah membaca
sendiri buku ceritanya, dongeng
digantikan dengan dongeng lisan tanpa alat bantu buku. Waktu itu si anak boleh
memilih ingin mendengar dongeng yang mana (sesuai dengan yang sering kami baca
bersama) , tapi lama-kelamaan si anak lebih hafal ceritanya daripada bunda. Maka
bunda mendongeng sesuai dengan bahan yang ada. Bahan dongeng yang paling mudah
tentu saja kisah para Nabi-Nabi dan cerita perumpamaan dari Injil.
Bunda juga koleksi semua buku
motivasi Andre Wongso sebagai bahan dongeng, kisah-kisah dari Tiongkok. Termasuk juga
beberapa kisah dari burung berkicau
Anthony de Mello. Bunda hanya pernah sekali-kali cerita dongeng Indonesia,
itu-pun dengan improvisasi besar-besaran. Maklumlah sulit sekali menceritakan Sangkuriang,
RoroJongrang, si Timun Mas, Keong Mas, Lutung Kasarung, dll yang dalam kisah dibantu Jin atau makluk gaib
lainnya. Sebab ini bertentangan dengan iman keluarga kami.
Bunda selalu mendongeng di
tempat tidur, kami tiduran dan bunda cerita seperti sedang ‘ngegosip seru ’ keteman.
Dan setiap dongeng di akhiri dengan satu dua pertanyaan ke anak sebagai bentuk
interaksi.
Yuk mulai mendongeng… apakah
ada bunda yang kesulitan mendongeng atau ngga percaya diri mendongeng ke anak ?
Being Happy Working Mom,
Semoga bermanfaat.

Mainan Gantung / Stroller Toy

Boneka Karakter / Fashion

Iya, Dongeng penting untuk anak. Terutama dalam membantunya mengembangkan wawasan dan perilaku.
BalasHapus