Kalau saja bunda tahu betapa
banyak manfaat dari dongeng, pasti dech bunda mau investasi untuk mendongeng. Coba
perhatikan ‘Kurang waktu dan kurang pede mendongeng itu adalah alasan semata
atau masalah. Kalau masalah berarti dapat di selesaikan, kalau alasan.. wah itu
butuh niat tuh.
Seperti ditulisan bagian
pertama, mendongeng itu mudah karena cukup baca saja dari buku cerita, atau pakai
alat bantu boneka, atau cerita saja secara lisan (nah yang bagian dongeng tanpa
pakai buku inilah sering dibayangin sama
bunda adalah ber-acting-acting meniru
suara tertentu… jadinya ngga pede dech. Padahal kalau lagi ngobrol atau gossip sama
teman, pasti seru suaranya, bisa tinggi-rendah, bisa pelan-cepat, bisa
bisik-bisik, bisa tiru’in suara cempreng tetangga sebelah). Kira-kira
mendongeng itu kayak lagi gossip seru aja. Tanpa disadari intonasi dan tempo
ngikut kok, cerita saja tanpa beban embel-embel ‘mendongeng’
Mungkin saking sering tiap
malam melihat-lihat buku (dan siang hari juga salah satu kegiatan ber-main
adalah baca buku), Bunda merasa anaknya cepat sekali bisa baca, dan semua buku
dibaca habis tuntas dalam waktu yang tidak begitu lama begitu bisa baca. Mungkin
motivasinya terbentuk sejak hanya bisa lihat-lihat gambar. Nah sejak sudah bisa
baca sendiri, bedtime story ngga baca
bersama lagi, tapi kebanyakan bunda cerita ulang dengan lisan, ini-pun sering banget anaknya
ngebetulin cerita bunda, maklum’lah mana hafal detail cerita yach…
Kehabisan dongeng, bunda
benar-benar kehabisan bahan dongeng ketika anak sekitar kelas 4, akhirnya
anaknya ngusulin bedtime story diganti
dengan ‘chit chat time’ , mungkin anaknya bosan kali yach dengar dongeng yang
itu lagi, itu lagi. Maka ritual dongeng berganti dengan mengobrol, kami ngobrol
soal sekolah, soal teman-nya, soal guru, soal game, soal makanan , apa saja
kejadian yang menarik dan membosankan hari tersebut. Kegiatan ngobrol menjelang
tidur berhenti ketika kelas 6. Namun obrolan sampai saat ini tetap berjalan di
meja makan saat makan malam.
Bunda yakin sekali, relasi
dengan anak tidak bisa tiba-tiba saja terjadi, kalau ingin bisa ngobrol dan
menjadi teman anak, mungkin para bunda perlu memulai dan membangun relasi intim
melalui dongeng. Lagi pula, seperti ditulis di awal, sangat penting menjelang
tidur, si anak mendapatkan pengalaman terpenting untuk hidupnya karena seluruh
informasi diterima 45 menit menjelang tidur konon 10 kali lebih kuat tertanam
dalam bawah sadar anak.
Ada 1001 alasan dan manfaat
penting dalam mendongeng, inilah investasi terbaik dalam membangun relasi
dengan anak, membentuk karakter, mengajari moralitas tanpa mengurui, membangun
kebiasaan membaca, dlsb. Ayo mulai’lah mendongeng…
Being Happy Working Mom,
Semoga Bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TerimaKasih komentar Anda.