Rabu, 29 Oktober 2014

Menerapkan Aturan Sejak Batita (Rules of Mommy Vol 2 )

 Nontan ke Dokter 
Here we go… aturan demi aturan diterapkan seiring dengan bertambahnya usia anak. Aturan-aturan dimasukkan dalam jadwal kegiatan dan merupakan bagian dari keseharian. Jadi tidak terasa ‘kan. (baca juga Rules of Mommy vol 1)
Tapi dari semua aturan yang ada, saya paling suka aturan ‘mom’s miting’, tapi jarang banget dilakukan bahkan hanya ingat pernah dilakukan sekali saja.  Mom’s miting adalah  panggilan miting keluarga oleh bunda, yang tidak boleh tidak hadir dan isinya tidak boleh dibantah, merupakan aturan tertinggi dari semua aturan yang ada.

Ketika anak mulai usia diatas 7 bulan, salah satu kegiatan wajib dan pasti saya tanyakan adalah tadi siang/sore baca cerita apa ? emh.. lebih tepatnya  ajak bayi-nya lihat, buka dan main buku.  Buku yang bunda suka banget, dan anak-nya juga suka. Adalah serial Nontan (dulu pernah ada terjemahannya, sekarang sulit sekali cari, kecuali yang masih original bahasa Jepang)
Melalui buku ini, anak-nya ngga pernah takut ke dokter (berkat buku  Nontan pergi ke dokter), anaknya mudah ‘toilet training’  karena buku Nonton Pee di Pot, dulu punya 7 buku-nya. Tidak tahu sekarang ada dimana.

Buku baby touch & Flip book juga menjadi koleksi bunda dulu, tentunya tidak ketinggalan buku-buku cerita kisah para nabi dan bible story lainnya.
Kenapa sih diperkenalkan dengan buku, menurut bunda baca buku itu bukan hobi, tapi kebiasaan yang bisa dibentuk. (kalau hobby yang dari sono-nya adalah hobby yang berkaitan dengan bakat tertentu yang tidak bisa dipaksakan, seperti hobby musik – belajar main alat musik, hobby mengambar, melukis, dll). Menyukai buku dapat dilatih. Tujuannya agar  anak-nya terbiasa baca, ngga allergy dengan buku dan ujung-ujungnya mudah belajar sendiri.

Nontan Pee - buku ini bercerita soal Nontan yang Pee di pot. Jadi anak ngga takut terhadap pot untuk pipis, bahkan pengen coba karena sama seperti ada dalam buku, benda yang sering dilihatnya. 
Baby Touch - dalam buku ada berbagai bahan yang dapat disentuh oleh bayi untuk belajar mengenai permukaan -melatih sensorik 

buku dengan bahan karton keras, puluhan tahun masih awet
Berdoa, adalah hal wajib dilakukan saat makan dan saat menjelang  tidur. Bunda buat doa-nya yang pendek dan simple.  Semakin besar , doa-nya juga berubah menjadi lebih panjang. Akhirnya dibelikan buku-buku doa untuk aneka situasi dan doa sendiri.

Jenis Makanan, hehehe ini memang bagian dari ego biar gampang cari makan. Jadi sejak kecil menu sudah dibuat demikian variasi untuk karbohidrat, jadi tidak boleh tiap hari dikasih nasi. Harus bisa kenyang dengan  kentang , atau mie  atau pasta saja bahkan kadang cukup dengan roti.

Tidy up, karena dirumah anak-nya hanya bersama dengan nanny dan pembantu, maka usia 14 bulan sudah masuk sekolah (atau tempat bermain), saat itu kami pilih Montessori (kebetulan ada buku mengenai metode Montessori dan rasanya cukup cocok, jadi daripada main ngga karuan, jadi masuk sekolah).  Salah satu aturan penting adalah TIDY UP, ketika selesai main harus beresin mainan sendiri (dan waktu usia sekolah benaran, anaknya benar-2 dilatih untuk beresin tas dan buku-buku,nya termasuk peralatan les).
Jadi sama sekali anaknya tidak boleh dibantu ngeberesin alat sekolah dan menyusun buku.  Puji Tuhan, anaknya sekarang ini memang not too care about his belonging (misalnya kaos kaki buka dimana dia suka), tapi soal buku-2 sekolah dan tas sekolah, top banget dech.. ngga pernah sekali-pun bunda khawatir soal yang satu ini.

No Gadget on Table, nah ini aturan yang masih diterapkan sampai saat ini. tidak boleh ada gadget ketika sedang makan bersama dimanapun. Tapi challenge-nya luarbiasa, setiap kali memang perlu diingatkan agar tidak ada yang ber’iPun-ria, ber-iPad-ria, ber-samsung’ria. Kadang berhasil kadang tidak (habis gimana… butuh komitmen besar dari ayah )

Gigi yg  terawat, putih bersih sampai perlu di rontokin. 
Well… tiada gading yang tak retak, biar-pun sudah dikawal dengan berbagai aturan, satu hal yang lupa adalah meminta nanny tidak menyikat gigi si anak, sekarang ini kalau di ingat-ingat baru sadar,  memang  anak-nya rajin sikat gigi (lagi-lagi karena buku seri Nontan) , dan giginya bersih sampai besar umur 12 tahun gigi utuh putih bersih, sampai harus minum obat (kalau tidak salah vinaflor) agar gigi-nya goyang. Tapi  karena selalu di sikatin. Jadi dech.. sekarang ini anaknya malas  dan tidak terbiasa rawat gigi, selamat tinggal gigi putih bersih 

Apakah ada bunda yang ingin sharing menerapkan aturan apa dengan lembut tapi tegas ?

Being Happy Working Mom,

Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TerimaKasih komentar Anda.