Senin, 10 November 2014

Mendongeng itu Mudah kok..

“Me, a 10 year old child is still listening to my mother for bedtime stories. Why? The last 45 minutes before I sleep is when I chat with my mom, about personal stuff I'm worried about or how to improve what I do. …………………This is really important, because the last 45 minutes we do are sucked 10 times more to our conscious that what we do the rest of the day.”  Kutipan dari blog anak-ku ditulis sekitar usia 10 thn.

Sepekan sebelum ngeblog, bunda mencoba test apakah di usia 14 thn ini , masih ingat cerita-cerita dulu. Ternyata cerita didengar dari bayi masih nangkring dengan sukses di memory anak.  Dan pernah dulu kejadian ini juga buat bunda yakin dengan penting-nya mendongeng. Ketika berusia sekitar 8 thn, sewaktu menonton ‘the pursuit of happyness’ salah satu adegan si anak ngomong ‘..seperti nenek yang  terjebak banjir dan tidak mau ditolong …’. Anak-ku langsung nyeletuk:  ‘loh Ma, itu’kan cerita pastor tua yang waktu banjir berdoa kepada Tuhan minta pertolongan ya, Tuhan kirim perahu mau tolongin sampai 3x, tapi pastor-nya tidak mau’.  Bunda pikir, wah benar nih.. ternyata mendongeng saat menjelang tidur powerfull. Sudah sangat lama diceritakan tapi masih dapat diingat dengan baik.


Sejak dari bayi sekitar umur 5-6 bulan, sebelum tidur mendongeng sudah menjadi ritual kami, berlangsung hingga sekitar kelas 5. Saat masih usia batita, bunda mendongeng dengan membacakan buku cerita. Yup.. mendongeng itu cukup cerita’in aja dari gambar-gambar yang ada di buku, jika text-nya  singkat, dibaca saja. Mudah ‘kan. Jadi mendongeng ke anak ngga perlu dibayangin harus meniru-niru suara atau-pun ber-acting-acting. (kalau bisa tentu jadi complimentary), ingat  suara bunda adalah suara terindah  buat anak kita.

Pilih buku dengan gambar besar dan warna-warni. Ukuran buku tidak masalah, yang penting ada gambar.
Salah Satu Buku Kesukaan Kami,
Bunda memang suka mendongeng dengan buku, sebab tujuannya memang ingin membuat anak suka membaca. Hanya sekali-kali saja menggunakan boneka.

Ketika si anak sudah bisa membaca sendiri, semua buku cerita yang ada dilahap habis. Karena sudah membaca sendiri buku ceritanya,  dongeng digantikan dengan dongeng lisan tanpa alat bantu buku. Waktu itu si anak boleh memilih ingin mendengar dongeng yang mana (sesuai dengan yang sering kami baca bersama) , tapi lama-kelamaan si anak lebih hafal ceritanya daripada bunda. Maka bunda mendongeng sesuai dengan bahan yang ada. Bahan dongeng yang paling mudah tentu saja kisah para Nabi-Nabi dan cerita perumpamaan dari Injil.

Bunda juga koleksi semua buku motivasi Andre Wongso sebagai bahan dongeng,  kisah-kisah dari Tiongkok. Termasuk juga beberapa kisah dari  burung berkicau Anthony de Mello. Bunda hanya pernah sekali-kali cerita dongeng Indonesia, itu-pun dengan improvisasi besar-besaran. Maklumlah sulit sekali menceritakan Sangkuriang, RoroJongrang, si Timun Mas, Keong Mas, Lutung Kasarung, dll yang  dalam kisah dibantu Jin atau makluk gaib lainnya. Sebab ini bertentangan dengan iman keluarga kami.
  
Bunda selalu mendongeng di tempat tidur, kami tiduran dan bunda cerita seperti sedang ‘ngegosip seru ’ keteman. Dan setiap dongeng di akhiri dengan satu dua pertanyaan ke anak sebagai bentuk interaksi.

Yuk mulai mendongeng… apakah ada bunda yang kesulitan mendongeng atau ngga percaya diri mendongeng ke anak ?

Being Happy Working Mom,

Semoga bermanfaat. 

Selain menggunakan buku sebagai alat bantu dongeng, menggunakan boneka dan mainan juga baik untuk alat peraga dongeng. Gunakan saja apa yang lebih pas dengan bunda, atau gunakan dua-duanya bergantian. Kan yang penting mendongeng'nya.
Mainan Gantung / Stroller Toy
Mainan Gantung / Stroller Toy

Boneka Karakter / Fashion
Boneka Karakter / Fashion

1 komentar:

  1. Iya, Dongeng penting untuk anak. Terutama dalam membantunya mengembangkan wawasan dan perilaku.

    BalasHapus

TerimaKasih komentar Anda.