Aku pernah dengar kalimat yang
bernada kesel dari seorang oma, kira-kira ngomongnya gini “ gimana sih anak
ini, mami-nya pergi ngga pernah nangis dan ngga apa-apa, si ensus.. (maksudnya
suster) pulang kampung anak-nya nangis-nangis mau ikut ”
Bunda pernah ngga sih ngalamin
situasi kayak gitu…..
Kalau aku sih ngga pernah tuh,
anaknya ngga perduli nanny-nya pergi, ngga akan dicari, atau mami-nya atau
papi-nya.
Dibuku Parenting (kalau ngga
salah ingat judulnya: 36 month by month growing..) bilang kalau manusia itu
makluk kebiasaan, jadi jika dari bayi sudah dilatih kebiasaan-kebiasaan untuk mandiri, maka jadilah anak akan tumbuh
demikian. Hal ini menjelaskan perbedaan anak-anak antar bangsa, sebab setiap
bangsa punya kebiasaan sesuai norma bangsa tersebut, paling kecilnya adalah
kebiasaan dalam rumah.
Kalau bunda sejak awal memutuskan
untuk bekerja di luar rumah, memang perlu membangun kebiasaan-kebiasaan yang
menurut aku sih perlu dan penting. Setelah
seharian bekerja, dan malamnya masih perlu
menjaga batita (apalagi waktu masih bayi – sepanjang malam ngga bakalan
bisa tidur nyenyak), kebanyakan kurang dapat konsentrasi bekerja dan cenderung
lelah di kantor. Kalau setiap hari lelah di kantor dan dirumah, tahu’lah apa
yang bakal terjadi, jadi emosian ‘kan.
Ini yang dulu saya lakukan untuk melatih bayi dan anak-ku
mandiri :
1.Kebiasaan Tidur
Pada waktu usia bayi 0-7 bulan,
suasana tidur malam sudah diperkenalkan dan ritual dijalankan untuk membantu baby
. Jika malam, semua horden ditutup, lampu kecil dinyalakan dan lagu lullaby di
stel. Lalu membisikan doa malam. Waktu tidur di siang hari, horden jendela tetap di buka dan cahaya masuk (atau
kamar tetap terang saat siang).
Dengan demikian bayi belajar mengenali
waktu , siang dan malam.
Jika anak-nya rewel atau
menangis, bayi tidak boleh di gendong lama dan di empok-2 sampai tidur. Nanny
hanya boleh gendong sebentar atau empok-2 sebentar untuk membuat bayi nyaman dan tahu ada orang yang jaga’in, di
usia ini boneka-boneka kain dan guling
dibutuhkan untuk ditaruh sekitar bayi untuk membuatnya nyaman.
Di atas 7 bulanan, ritual mulai
dtambahkan dengan dongeng, inilah bagian saya dan suami (tapi nyaris 80% saya
yang mendongeng).
Jadi anak terlatih untuk tidur tanpa harus ada nanny,
bahkan si nanny menjadi kurang bahkan
ngga penting, sebab relasi kami sangat dekat dan kebiasaan suasana ‘sudah jam-nya tidur’ sudah tercipta .
Dan yang penting, ketika nanny
tidak ada, saya tidak pernah kesulitan ‘nidurin’
anak.
2. Kebiasaan Makan
![]() |
| Bangku Bayi untuk usia 0-6/7 bulan |
Saya paling ngga bisa dech
ngelihat anak-anak yang lari sana, lari sini, dan mesti di kejar-kejar untuk
disuapi. Jadi saya bangun kebiasaan
makan, sejak bayi minum susu harus duduk di bangku bayi, jadi minum susu
tidak boleh gendong (kecuali hanya dengan aku saja). Bahkan termasuk saat snack makan buah, makan biscuit,
makan-nya harus duduk. Ketika sudah usia batita, bangku bayi sudah diganti
dengan kursi anak.
Tantangan banget menjelang sore
saat snack time, anak sering di ajak main ke taman. Saya memang melakukan
komromi, (masa harus angkut kursi) tapi esensi ngga boleh dilanggar sama si
Nanny. Ketika makan harus tetap duduk,
kalau main tidak boleh sekalian di suapi, saat bermain, bermain dulu.
Hal ini juga berlaku ketika anak
saya ikut sekolah minggu, tidak ada istilah anak-nya disuapi didalam ruang
kelas sekolah minggu. Kebiasaan makan harus duduk di kursi makan berlanjut
terus. Maka kami tidak pernah pusing dengan harus menyuapi anak, kalau mau
makan, dudukin aja dan kasih mainan. Tidak pakai acara kejar sana-sini. Ketika makan
diluar – di resto manapun, anak-ku anteng duduk makan dan main.
3.Kebiasaan Makan apa saja
Saya memang pemakan segala alias omnivora
asli dech… enaknya adalah kalau bepergian, mudah cari makan dan ngga ngerepotin. Untuk menghindari keribetan kalau bepergian
harus menyediakan makanan khusus, aku kasih makanan jenis apa saja dengan
berbagai rasa. Dan makanan utama diperkenalkan berbagai macam karbohidrat. Jadi
dari kecil ke Negara mana saja cenderung tidak ada masalah soal makanan. Hanya
makan roti bisa, makan mie bisa, makan kentang, aneka jenis pasta, bisa.
Bagaimana-pun setiap orang punya
preferensi dari sono-nya, jadi tetap
saja ada jenis buah dan makanan yang tidak disukai. Tapi ini memang natural
dari sononya.
4. Break Relasi
Kenapa sih minum susu ngga boleh di
gendong, tidur ngga boleh di empok. Itu adalah cara untuk men’break’ relasi
intim antara nanny dengan bayi. Bayangin donk, sibayi seharian sama si nanny,
kita hanya beberapa jam. Jelas bayi lebih kenal bau dan wajah di nanny daripada kita. Untuk menghindari situasi ini, perlu dibuatkan
‘jarak’. Sejak minum susu dan makan, harus duduk , nanni pegangin botol dan berhadapan dengan bayi, jadi ada jarak. Kalau di gendong,
kan relasi ‘heart beat’ ada di nanny, terjadi dekapan dan sangat dekat
komunikasi dengan bayi.
Jadi minum susu di gendong hanya
boleh dilakukan sama kita saja, maka relasi intim kita dengan bayi terjaga. Dan
membantu bayi untuk mengenali mana yang bunda-nya dan mana yang nanny, karena ‘kedekatan’
face to face, heart beat to heart beat
tetap ada di mommy.
5. Kuantitas atau kualitas
Aku sering dengar pembelaan diri
kualitas dengan anak lebih penting dari kuantitas (termasuk aku diawal-awal berpikir demikian). Aku
juga sering membela diri ‘ anak-anak yang di jaga sendiri sama bunda-nya,
selain lebih cengeng, kayak perangko sama mommy’nya’ .
Tapi cara berpikir yang lebih tepat adalah ‘tidak ada kualitas tanpa
kuantitas yang cukup’ . Bagaimana-pun kita yang bekerja memang ngga punya
kemewahan memiliki kuantitas sepanjang hari bersama bayi –anak kita. Tapi
dengan bekal cara pandang terebut, maka saya usahakan secara waktu ada cukup
dengan bayi. Maka setiap Jum’at malam sampai Minggu sore, setiap pekan, saya
liburkan si nanny. Selain nanny-nya senang, saya setiap pekan tetap full jaga
sendiri.
Saat jaga sendiri inilah, saya
bisa tetap monitoring habit anak… apakah si nanny menjalankan atau tidak. Karena
ini pula, si bayi juga terbiasa di rawat mommy dan nanny.
Well, begitulah anak-ku tidak pernah nempel dengan nanny, or mommy or papi, jadi
salah satu dari kami bepergian, bisa tenang. Dan yang jaga juga tenang. Anak-nya
ngga nyari’in yang lagi bepergian.
Being Happy Working Mom,
Semoga Bermanfaat.
Kursi bayi dan anak adalah salah satu investasi peralatan yang penting, apalagi bangku seperti ini dapat digunakan untuk beberapa anak. Jadi beli sekali dapat digunakan cukup lama. Tapi belilah yang bagus kualitas-nya. Selain perlu mempertimbangkan keamanan, kenyamanan dan daya tahan pakai. Menurut saya ini adalah salah satu yang dapat dipertimbangkan:
Kursi bayi dan anak adalah salah satu investasi peralatan yang penting, apalagi bangku seperti ini dapat digunakan untuk beberapa anak. Jadi beli sekali dapat digunakan cukup lama. Tapi belilah yang bagus kualitas-nya. Selain perlu mempertimbangkan keamanan, kenyamanan dan daya tahan pakai. Menurut saya ini adalah salah satu yang dapat dipertimbangkan:
selain kursi, kereta dorong dapat dijadikan bangku bayi - jadi tidak perlu beli banyak. Kereta dorong dijadikan double function
CHICCO Echo Stroller Turquoise [P1179310]

![CHICCO Polly 2 in 1 High Chair Wood Friends [P117907A] CHICCO Polly 2 in 1 High Chair Wood Friends [P117907A]](http://www.bhinneka.com/Data/image_product/CHICCO-Polly-2-in-1-High-Chair-Wood-Friends-[P117907A]-SKU00613064_0-20141013153923.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TerimaKasih komentar Anda.