Jumat, 24 Oktober 2014

Menerapkan Aturan Sejak Batita ? (Rules of Mommy Vol 1 )

Saya pikir gini... setiap orang yang bekerja (kerja kantoran), mesti melalui proses interview, kadang di-test dan setelah masuk kerja menjalani masa orientasi  kerja. Untuk posisi tertentu yang penting bisa melalui interview beberapa kali dengan orang yang berbeda.  Bayangkan posisi penting apa yang bisa lebih penting dari sebuah posisi menjaga dan merawat anak kita, posisi personal assistant bunda.  Tapi sayang kita ngga punya kesempatan untuk melakukan interview, ngga  dapat memilih-milih calon apalagi pakai  masa percobaan segala. Kadang bisa dapat baby-sis saja sudah bersyukur. Maklum’lah  supply lebih sedikit dari demand.
Tapi aku ngga berkecil hati, meski si nanny  langsung masuk kerja beberapa hari menjelang kelahiran, saya gunakan untuk tetap melakukan proses ‘interview’ dan  orientasi. Melihat cara dia membersihkan dan mempersiapkan peralatan bayi, ngobrol pengalaman kerja-nya, ngobrolin   cara-cara yang saya inginkan dalam membesarkan anak dan kenapa saya ingin melakukan dengan cara tersebut.
Dari obrolan tersebut saya bisa ‘sense’  kemampuan-nya, cara pandangnya dan yang penting dapat chemistry dengan dia. Puji Tuhan waktu itu cukup okay dan menjabat posisi penting tersebut sampai anak usia 6 thn. Setelahnya sudah tidak pakai baby sis lagi.

Inilah 2 aturan sederhana, hahahah mau sebut standar operation juga boleh dech, yang selalu menjadi bahan diskusi dan obrolon kami selanjutnya.

Aturan pertama:
Bayi tidur di ranjangnya sendiri, tidak boleh di empok-empok dan digendong.
Jika bayi nangis, segera periksa apakah popok basah, jam makan.
Tenangkan bayi dengan berbicara sambil usap kepala, elus lengan, tepuk lengan, dll  secara random.
Jika bayi rewel saat sedang sakit, boleh digendong tapi hanya sebentar, tetap tenangkan dengan cara diatas.

Aturan kedua;
Minum susu/buah/makan harus di bangku bayi, tidak boleh digendong. 
jika bayi bosan dan makanan belum habis, pindahkan bangku ke lokasi lain atau kasih mainan. 

Aturan-nya sederhana dan mudah dilakukan bukan ?  kenapa sih dibuatkan aturan demikian, karena aku perlu melatih anak-ku untuk mandiri, tidak bergantung pada seseorang dan yang utama ngga rewel atau pusing ketika perlu rawat dan jaga sendiri. Baca juga yach artikel ‘memilih karir atau urus anak’

Kalau ada bunda  yang punya aturan yang berbeda, boleh sharing juga loh... tulis aja komentar dibawah. 
Ingin lebih lengkap lagi, baca rules of mommy vol.2 

Being Happy Working Mom,
Semoga Bermanfaat.

Indonesia adalah negara tropis yang tiap daerah punya problem yang beda-beda.
Untuk yang tinggal di Ibukota, debu ada dimana-mana, udara yang kita hirup kotor penuh partikel yang tidak terlihat. Kita membutuhkan AIR PURIFIER untuk membersihkan udara di ruangan kita. Penting untuk menjaga kesehatan bayi kita. 

Air Purifier
Air Purifier

Saya hampir tidak percaya, kalau di Indonesia kita butuh alat untuk melembabkan udara. Sebab tingkat kelembaban udara kita termasuk yang  tinggi dan menganggu. Lalu saya gunakan alat Hygrometer untuk taruh diruangan kamar dan mobil untuk mengukur.Ternyata benar udara jadi kering. Penyebabnya adalah AC,udara yang dikeluarkan adalah udara dingin yang kering. Udara kering menyerap kelembaban lingkungan disekitarnya. Gejala umum yang sering dialami karena udara kering adalah iritasi mata, bibir pecah-pecah, kulit dan tenggorokan kering dan gatal. Maka kita butuh alat Humidifier untuk melembabkan udara yang kering. 
Air Humidifier
Air Humidifier


Ketika saya travel ke Indonesia Timur, saya bingung matahari begitu terik, tapi buku saya agak-agak basah-lembab, baju seharian dijemur tanpa matahari ngga kering-kering. di Rumah saya juga pusing dengan tas, ban pinggang dan sepatu kulit maupun bahan tertentu yg sering jamuran dan permukaan kulit mengelupas. Ternyata penyebabnya udara yang lembab. Maka saya beli alat Dehumafidier untuk mengurangi kelembaban udara.
Air Dehumidifier
Air Dehumidifier

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TerimaKasih komentar Anda.