Senin, 20 Oktober 2014

Memilih Karir atau Urus Anak ?

Pilihan yang tidak mudah yach antara memilih karir atau mengurus anak sendiri ?  pada titik  ketika harus memilih , kerap ada perasaan ‘tidak fair’ terutama buat para bunda yang baru meniti karir dan karir sedang menanjak, karena pas usia di mana karir menanjak, pas pula usia produksi anak.

Apapun pilihan-nya, menurut aku sih sama mulia-nya, kalau memutuskan untuk mengurus domestik sendiri, kayaknya seru juga…tapi aku ngga kompeten ngobrolin bunda yang memilih jurusan ini.

Well, kalau memilih untuk tetap ber-karir apalagi buat yang berambisi menapak ke jajaran managerial, menurut aku sih sebaiknya melakukan persiapan yang baik.   

Dukungan Hubby 
Baiknya sih make sure, diskusi dan obrolin segala sesuatu  yang bakalan terjadi jika kita berkeinginan  karir. Support jangan lip service , tapi perlu konsensus dalam berbagi urus anak (misalnya nanti soal antarin ke dokter, ngajarin, cari sekolah, cari les, ambil rapor, ke sekolahan , dlsb) bahwa urusan beginian tuh   perlu di back up kalau pas lagi ngga bisa, jangan sampai urusan miting penting di kantor jadi pemicu perang dalam rumah. Pusing dech… urusan ke dokter, bisa salah-salahan. Bunda perlu tahu, sampai usia 6-7 tahun, baru agak bebas dari berurusan dengan dokter anak.

Mempersiapkan diri sendiri, yang ini lumayan banyak yang perlu di persiapkan:

Mentally siap tinggalin anak
Selama masa cuti  kelahiran, jangan pakai prinsip aji mumpung, mumpung cuti, puas-puasin diri pegang sendiri. Begitu kelar cuti, bayi ngga siap ditinggal dan kita sendiri  jadi ngga tega.  Jadi selama masa cuti dan setiap hari bersama bayi, perhatikan dan rancang ‘pengen’nya gimana gede’in anak.

Latih bayi sejak bayi…
Kalau dari hamil sudah mantap untuk tetap bekerja dan hubby mendukung penuh, bicarakan pekerjaan dan kenalkan lingkungan kerja kita ke jabang bayi di usia 6 bulanan (serius..  J).  Dari lahir dan semasa cuti, latih kebiasaan-kebiasaan bayi  (baca juga : nanny pulkam ditangisi anak )

Jalin relasi dan komunikasi dengan Nanny..
Jika bunda akan menggunakan jasa baby sitting, baiknya sebelum lahiran, baby sister  sudah kerja duluan minimal beberapa hari sebelum lahiran jadi bisa  dapat chemistry  dan tahu latar belakangnya, plus yang penting banget, sharing keinginan dan cara bunda. (baca : rules of Mommy)

Sulit percaya sama Nanny..
Nah yang ini sering banget terjadi untuk para bunda yang ngga dapat nanny yang mumpuni, apalagi trauma dengan berbagai hal. Dijamin dech ngga tenang kerja. Karena itu mengenal dan ngobrol penting sebelum lahiran. Tanya detail pengalaman sebelumnya & tanya pendapat-pendapatnya mengenai beberapa hal yang ingin kita terapkan. Kalau ngga merasa cocok, masih ada waktu untuk mengganti atau mencari yang lain.

Belajar jadi Ortu…
Banyak keahlian yang bisa didapatkan dengan sekolah, kursus,  pelatihan dan rajin baca.  Untung-nya sekarang ini  skill menjadi ortu juga sudah tersedia  banyak  buku, seminar/workshop parenting. Ikut dech penting loh belajar jadi ortu. 

Being Happy Working Mom,
Semoga Bermanfaat. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TerimaKasih komentar Anda.