Pilihan yang tidak mudah yach
antara memilih karir atau mengurus anak sendiri ? pada titik ketika harus memilih , kerap ada perasaan ‘tidak
fair’ terutama buat para bunda yang baru meniti karir dan karir sedang
menanjak, karena pas usia di mana karir menanjak, pas pula usia produksi anak.
Apapun pilihan-nya, menurut aku
sih sama mulia-nya, kalau memutuskan untuk mengurus domestik sendiri, kayaknya
seru juga…tapi aku ngga kompeten ngobrolin bunda yang memilih jurusan ini.
Well, kalau memilih untuk tetap
ber-karir apalagi buat yang berambisi menapak ke jajaran managerial, menurut
aku sih sebaiknya melakukan persiapan yang baik.
Dukungan Hubby
Baiknya sih make sure, diskusi dan obrolin segala
sesuatu yang bakalan terjadi jika kita
berkeinginan karir. Support jangan lip service , tapi perlu konsensus dalam
berbagi urus anak (misalnya nanti soal antarin ke dokter, ngajarin, cari
sekolah, cari les, ambil rapor, ke sekolahan , dlsb) bahwa urusan beginian
tuh perlu di back
up kalau pas lagi ngga bisa, jangan sampai urusan miting penting di kantor
jadi pemicu perang dalam rumah. Pusing dech… urusan ke dokter, bisa
salah-salahan. Bunda perlu tahu, sampai usia 6-7 tahun, baru agak bebas dari
berurusan dengan dokter anak.
Mempersiapkan diri sendiri, yang
ini lumayan banyak yang perlu di persiapkan:
Mentally siap tinggalin anak
Selama masa cuti kelahiran, jangan pakai prinsip aji mumpung,
mumpung cuti, puas-puasin diri pegang sendiri. Begitu kelar cuti, bayi ngga
siap ditinggal dan kita sendiri jadi
ngga tega. Jadi selama masa cuti dan
setiap hari bersama bayi, perhatikan dan rancang ‘pengen’nya gimana gede’in
anak.
Latih bayi sejak bayi…
Kalau dari hamil sudah mantap
untuk tetap bekerja dan hubby mendukung penuh, bicarakan pekerjaan dan kenalkan
lingkungan kerja kita ke jabang bayi di usia 6 bulanan (serius.. J). Dari lahir dan semasa cuti, latih
kebiasaan-kebiasaan bayi (baca juga : nanny
pulkam ditangisi anak )
Jalin relasi dan komunikasi
dengan Nanny..
Jika bunda akan menggunakan jasa
baby sitting, baiknya sebelum lahiran, baby
sister sudah kerja duluan minimal
beberapa hari sebelum lahiran jadi bisa dapat chemistry
dan tahu latar belakangnya, plus
yang penting banget, sharing keinginan dan cara bunda. (baca : rules of Mommy)
Sulit percaya sama Nanny..
Nah yang ini sering banget
terjadi untuk para bunda yang ngga dapat nanny
yang mumpuni, apalagi trauma dengan berbagai hal. Dijamin dech ngga tenang
kerja. Karena itu mengenal dan ngobrol penting sebelum lahiran. Tanya detail
pengalaman sebelumnya & tanya pendapat-pendapatnya mengenai beberapa hal
yang ingin kita terapkan. Kalau ngga merasa cocok, masih ada waktu untuk
mengganti atau mencari yang lain.
Belajar jadi Ortu…
Banyak keahlian yang bisa
didapatkan dengan sekolah, kursus,
pelatihan dan rajin baca.
Untung-nya sekarang ini skill menjadi ortu juga sudah
tersedia banyak buku, seminar/workshop parenting. Ikut dech penting loh belajar jadi ortu.
Being Happy Working Mom,
Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TerimaKasih komentar Anda.