Mom, kenapa penisku bisa keras sendiri ?
Bagaimana Bunda menjawab pertanyaan tersebut ? tapi lebih penting adalah bagaimana reaksi Bunda mendapatkan pertanyaan tersebut ?
Bagaimana Bunda menjawab pertanyaan tersebut ? tapi lebih penting adalah bagaimana reaksi Bunda mendapatkan pertanyaan tersebut ?
Anak-anak yang bertanya seputar alat produksi-nya dan bagaimana dia bisa ada
didunia, adalah hal yang sangat wajar, masih ingatkah bunda, ketika ada
masa-nya anak-anak kita ngga berhenti-henti tanya, ini apa , itu apa, mengapa
bisa begitu, mengapa begini… sampai kita dibuat agak kesal.
Ortu memang sering salah bereaksi
karena (ini kata temanku..) karena yang ‘ngeres’ itu para orang tua, anak-anak
bertanya karena memang rasa ingin tahu. Jadi jawablah dan jelaskan dengan baik.
Masalahnya kan Bunda bingung jawabnya apa …
Di rumah, kami memang tidak
memasang TV ( dan juga wifi) di kamar anak, fasilitas lengkap adanya di kamar
utama. Maka menonton TV jadi selalu bersama-sama. Salah satu akibatnya adalah
ketika menonton film yang ada adegan cium-mencium, anak juga ikut nonton. Namun kami bersikap biasa, tidak bereaksi
berlebihan, tidak melarang anak, tidak
tutupin matanya atau minta dia tutup mata. Namun ketika chit chat time… bunda menyelinap
cerita ‘mencium’ adalah bentuk kasih sayang karena saling sayang dan hanya
boleh dilakukan dengan pasangan. Tapi rasanya sih si anak ngga mengerti tapi
bunda yakin aja semua pembicaraan baik tertanam. (agak berbeda dari cerita
seorang teman yang selalu teriak ‘tutup mata kamu’ anaknya malahan penasaran
dan mengintip ingin tahu)
Bahkan ketika usia sekitar 7 atau
8 thn, ketika bersama dengan temannya sedang googling dan mereka tanpa sengaja
dan akhirnya sengaja gooling dengan keyword ‘sexy’, dan setelahnya kami check
history browsing si anak yang lumayan penuh dengan browser dewasa. Kami tidak bereaksi ‘marah-marah’ dan langsung
melarang main internet. Kaget iya, menyadari bahwa si anak sudah mulai rasa
ingin tahu-nya. Kami jelaskan ‘meaning
being responsible’ dan bersikap terbuka bahwa apapun yang ingin dia tanyakan
boleh bertanya dan hanya boleh tanya kami.
Bunda punya 4 seri buku ‘God
Design for Sex’, masing-masing buku di peruntukkan sesuai dengan usia
perkembangan anak, belajar bagaimana Tuhan berkarya dan menciptakan sex .
Melalui buku tersebut’lah bunda belajar mengajar edukasi seks dan menempatkan
kebenaran bahwa seksual adalah hal yang sakral dan diciptakan Tuhan untuk
kenikmatan manusia yang sungguh amat baik. Hanya buku 1 & 2 saja yang sempat baca
bersama. Namun buku ke-4, diperuntukan ketika usia 12-14 thn, buku ini tidak
mau dibaca oleh anaknya. Umumnya anak-anak (terutama anak laki) biasanya malu
dan rada segan memang.
Buku lainnya yang direkomendasi
(tapi bunda telat tahu & tidak punya, hanya mengintip sebentar) adalah How
and When to Tell your Kids about Sex. Sangat direkomendasi sebagai buku panduan untuk para bunda agar mengerti
dan memahami bagaimana ngobrol soal sex
kepada anak-anak.
Being Happy Working Mom,
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TerimaKasih komentar Anda.