Jumat, 16 Januari 2015

Edukasi Seks Sejak Dini: Mom, ..... ?

Mom, kenapa penisku bisa keras sendiri ?
Bagaimana Bunda menjawab pertanyaan tersebut ? tapi lebih penting adalah bagaimana reaksi Bunda mendapatkan pertanyaan tersebut ?

Anak-anak yang bertanya seputar  alat produksi-nya dan bagaimana dia bisa ada didunia, adalah hal yang sangat wajar, masih ingatkah bunda, ketika ada masa-nya anak-anak kita ngga berhenti-henti tanya, ini apa , itu apa, mengapa bisa begitu, mengapa begini… sampai kita dibuat agak kesal.
Ortu memang sering salah bereaksi karena (ini kata temanku..) karena yang ‘ngeres’ itu para orang tua, anak-anak bertanya karena memang rasa ingin tahu. Jadi jawablah dan jelaskan dengan baik. Masalahnya kan Bunda bingung jawabnya apa …   


Di rumah, kami memang tidak memasang TV ( dan juga wifi) di kamar anak, fasilitas lengkap adanya di kamar utama. Maka menonton TV jadi selalu bersama-sama. Salah satu akibatnya adalah ketika menonton film yang ada adegan cium-mencium, anak juga ikut nonton.  Namun kami bersikap biasa, tidak bereaksi berlebihan,  tidak melarang anak, tidak tutupin matanya atau minta dia tutup mata. Namun ketika chit chat time…  bunda menyelinap cerita ‘mencium’ adalah bentuk kasih sayang karena saling sayang dan hanya boleh dilakukan dengan pasangan. Tapi rasanya sih si anak ngga mengerti tapi bunda yakin aja semua pembicaraan baik tertanam. (agak berbeda dari cerita seorang teman yang selalu teriak ‘tutup mata kamu’ anaknya malahan penasaran dan mengintip ingin tahu)

Bahkan ketika usia sekitar 7 atau 8 thn, ketika bersama dengan temannya sedang googling dan mereka tanpa sengaja dan akhirnya sengaja gooling dengan keyword ‘sexy’, dan setelahnya kami check history browsing si anak yang lumayan penuh dengan browser dewasa.  Kami tidak bereaksi ‘marah-marah’ dan langsung melarang main internet. Kaget iya, menyadari bahwa si anak sudah mulai rasa ingin tahu-nya.  Kami jelaskan ‘meaning being responsible’ dan bersikap terbuka bahwa apapun yang ingin dia tanyakan boleh bertanya dan hanya boleh tanya kami.

Bunda punya 4 seri buku ‘God Design for Sex’, masing-masing buku di peruntukkan sesuai dengan usia perkembangan anak, belajar bagaimana Tuhan berkarya dan menciptakan sex . Melalui buku tersebut’lah bunda belajar mengajar edukasi seks dan menempatkan kebenaran bahwa seksual adalah hal yang sakral dan diciptakan Tuhan untuk kenikmatan manusia yang sungguh amat baik.  Hanya buku 1 & 2 saja yang sempat baca bersama. Namun buku ke-4, diperuntukan ketika usia 12-14 thn, buku ini tidak mau dibaca oleh anaknya. Umumnya anak-anak (terutama anak laki) biasanya malu dan rada segan memang.
Buku lainnya yang direkomendasi (tapi bunda telat tahu & tidak punya, hanya mengintip sebentar) adalah How and When to Tell your Kids about Sex. Sangat direkomendasi  sebagai buku panduan untuk para bunda agar mengerti dan memahami bagaimana ngobrol soal  sex kepada anak-anak.


Being Happy Working Mom,

Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TerimaKasih komentar Anda.