Minggu, 30 November 2014

Membangun Relasi (Dongeng bag. 2)



Menurut Kak Agus, salah satu pakar dongeng Indonesia, dalam bukunya “Mendongeng Bareng Kak Agus DS yukk “, mengatakan bahwa alasan ortu ngga mendongeng umumnya ‘kurang memiliki waktu’ karena kesibukan mereka. Ya, make sense banget, apalagi untuk bunda yang kerja dan hidup dikota besar yang seringkali pulang bermacet-ria dan sudah lelah.  Kalau yang sering bunda dengar dari para bunda yang tidak bekerja, alasan tidak mendongeng ‘ ngga ngerti cara mendongeng atau sering bilang ngga pede

Kalau saja bunda tahu betapa banyak manfaat dari dongeng, pasti dech bunda mau investasi untuk mendongeng. Coba perhatikan ‘Kurang waktu dan kurang pede mendongeng itu adalah alasan semata atau masalah. Kalau masalah berarti dapat di selesaikan, kalau alasan.. wah itu butuh niat tuh.

Senin, 10 November 2014

45 Menit Menjelang Tidur.....

Dalam sebuah buku mengenai goal setting (mohon maaf bunda lupa judul dan pengarang buku), kira-kira mengatakan bahwa kemampuan kita menyimpan atau mengingat hal-hal secara bawah sadar, 10 kali lebih kuat adalah hal-hal yang kita alami menjelang tidur, yaitu 45 menit sebelum kita tertidur. Meski ditujukan untuk para professional mengenai bagaimana membentuk discipline berpikir untuk planning hari berikutnya. Bunda berpikir praktis… kalau begitu bukankah penting sekali mengisi hal, peristiwa terbaik setiap hari menjelang saat anak tidur. Bukankah itulah yang tersimpan.

Maka setiap menjelang tidur, dalam ritual mendongeng itulah pesan-pesan rohani, moral, dan karakter diceritakan dalam bentuk dongeng. Ketika dongeng digantikan dengan acara chit chat, percakapan kami senantiasa dua arah, bunda mendengar dan juga bertanya, pertanyaan seringkali mengarahkan pada jawaban sikap dan tindakan yang diharapkan.

Mendongeng itu Mudah kok..

“Me, a 10 year old child is still listening to my mother for bedtime stories. Why? The last 45 minutes before I sleep is when I chat with my mom, about personal stuff I'm worried about or how to improve what I do. …………………This is really important, because the last 45 minutes we do are sucked 10 times more to our conscious that what we do the rest of the day.”  Kutipan dari blog anak-ku ditulis sekitar usia 10 thn.

Sepekan sebelum ngeblog, bunda mencoba test apakah di usia 14 thn ini , masih ingat cerita-cerita dulu. Ternyata cerita didengar dari bayi masih nangkring dengan sukses di memory anak.  Dan pernah dulu kejadian ini juga buat bunda yakin dengan penting-nya mendongeng. Ketika berusia sekitar 8 thn, sewaktu menonton ‘the pursuit of happyness’ salah satu adegan si anak ngomong ‘..seperti nenek yang  terjebak banjir dan tidak mau ditolong …’. Anak-ku langsung nyeletuk:  ‘loh Ma, itu’kan cerita pastor tua yang waktu banjir berdoa kepada Tuhan minta pertolongan ya, Tuhan kirim perahu mau tolongin sampai 3x, tapi pastor-nya tidak mau’.  Bunda pikir, wah benar nih.. ternyata mendongeng saat menjelang tidur powerfull. Sudah sangat lama diceritakan tapi masih dapat diingat dengan baik.