Sabtu, 12 Desember 2015

Bacaan menarik tahun 2015…


Bacaan sepanjang tahun 2015, berikut ini saya sarikan..

1. #Girl Boss - Sophia Amoruso
Satu lagi entrepreneur yang sukses di jalur online store dalam usia yang relative muda.  Sophia Amurosso lahir tahun 1984. Memulai jualan online 2002, namun baru serius berjualan karena kebutuhan hidup pada tahun 2006 di eBay membesut dagangan baju vintage. Thn 2008 men- launching website-nya Nasty Gal. Saat bukunya  terbit  2014, dalam waktu 8 thn perusahaannya telah berkembang memiliki lebih dari 350 pegawai dengan julan $100 million.

Buku pertama yang saya baca di tahun 2015  mengenai Sophia,  bertolak belakang  banget dengan Sheryl Sandberg dalam buku Lean In yang saya baca di ujung thn 2014. Kedua perempuan hebat di bisnis online ini memiliki latar belakang yang sungguh berbeda. Jika Sheryl dari kasta Brahma, Sophia hidup dalam kemiskinan Sudra. Sheryl jenius cumlaude dari uni beken, Sophia berjuang untuk naik kelas, sering bolos dan tidak pintar sekolah. Sophia dari keluarga cerai, Sheryl dari model keluarga yang penuh dukungan dan kehangatan. Sheryl memulai karir dalam lingkungan yang terpelajar dan networking hebat, Sophia ahli mencuri dan memulai debut-nya menjual buku curian.  Karena membaca kedua kisah perempuan ini dalam waktu berdekatan, maka sulit untuk tidak membandingkannya. Sebab saya amat terkesan dengan kisah sukses Ms. Amoruso ini. Sukses itu ternyata ngga pernah perduli dengan background. Apapun latar hidup seseorang, tetap bisa berhasil. Kesamaan yang di miliki kedua-nya adalah soal totalitas dan kegigihan dalam melakukan pekerjaan mereka.

2. Zero to One – Peter Thiel
Lagi, buku kedua saya masih seputar sosok orang hebat di dunia bisnis online. Peter Thiel,  pemilik Paypal, investor awal Facebook, karena rekannya di PayPal  dan model bisnis  LinkedIn, Peter juga ikutan modal awal.  Menurut Peter, dalam bidang  technology, produk yang sukses dan hebat adalah produk yang dari zero to One,  dari null ke satu. Bukanlah company atau produk  penerus 2,3 ...  dimana seseorang telah memulai dari satu, dan kita perlu berjuang mencapai 2, 3, dst-nya.
Peryataan lain  yang menarik adalah bahwa produk digital akan sukses jika membawa manfaat 10x lipat dari yang  biasa –layanan non digital.  Sebab kebanyakan produk digital sudah ada non digitalnya (offline), jadi jika di digital’kan yakinkan membawa 10x lipat manfaatnya.
Dalam buku ini juga banyak di kisahkan  catatan dan contoh  suskes-nya membawa paypal jadi kelas dunia.

3. In the Plex, how google thinks, works, and shapes our lives - Steven Levy
Wah, ternyata buku ketiga saya masih tidak jauh dari bau online, tapi ini adalah buku yang sudah lumayan lama terbit dan merupakan buku yang di tulis oleh orang luar mengenai Google. Buku ini lebih banyak menyoal organisasi dan management-nya. Menarik sebab ditulis oleh Steven yang memiliki kesempatan (dan diberi) kesempatan untuk mengikuti para eksekutif google dalam meraksasakan diri.  Salah satu bagian yang menarik meski minim info mengenai pelaksanaan metode kerja Objective Key result.


4.The Power Of Focus  -Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Les Hewit.
Tagline buku ini :  cara meraih target bisnis, pribadi dan finansial dengan rasa percaya diri dan keyakinan.  Ya, buku pengembangan diri yang amat berguna untuk melatih soft skill diri   dalam menjalankan strategy fokus.  Terdapat 11 strategy fokus, setiap ulasan disertai langkah tindakan.  Kita juga dapat menemukan kalimat-kalimat tajam yang di tulis secara khusus dan besar untuk mengingatkan dan memudahkan pembaca untuk ingat. Misalnya :  HINDARI  SINDROM KALAU BISA………. Memberitahukan pembaca bahwa penyesalan adalah konsekuensi keputusan atas tindakan. Maka dari itu hindari saja kalimat yang bakal akan kita ucapkan (contohnya kalau bisa saya mau menabung… tentu saja kita bisa asal kita mau membuat keputusan J) . 

Pembaca juga akan menemukan gagasan yang cukup menantang, misalnya tentang kegigihan yang konsistensi. Pembaca diminta untuk memulai dengan pertanyaan mengapa (mengapa saya mau, mengapa saya kerja begitu  keras, mengapa saya gagal, dlsb);  mengapa tidak ? (mengapa tidak saya, mengapa tidak saya sadari, dlsb) ; mengapa bukan diri Anda ? (mengapa orang lain,  mengapa bukan saya yang diminta, dlsb) ; Mengapa tidak sekarang ? (mengapa menunda, mengapa tidak berani lakukan sekarang, dslb).

5. Soup-Jon Gordon
Buku ini hanya sekitar seratusan halaman, cukup tipis. The soup termasuk buku pengembangan diri untuk melatih leadership. Kisahnya dimulai dari  kegelisahan CEO yang menangani perusahaan yang nyaris lumpuh.  Chapter demi chapter mengulas teknik soft skill dalam membangun team dan organisasi, management ala SOUP, penghujung kisah happy ending, artinya apapun posisi leadership Anda. Yakinlah Anda juga akan mengalami happy ending. Sebab dalam memimpin, YOU’re the ONE Stir the POT.

6. Chloe – Sukses Berbisnis Online Shop
Sampul buku dengan wajah cantik gadis pemilik cerita  ini tertulis, kisah inspiratif gadis cilik 12 tahun berbisnis online shop dengan omzet 600juta. Wow…  saya berharap semua yang membaca berseru wow juga. Bagaimana tidak, usia 12 thn sudah punya bisnis dengan omzet segitu, nah kebayang kan ngga perlu membiayai anak ini. Hahaha.. ternyata Chloe ini memang pantas diacungi jempol, kisahnya mengalir dan inspiratif, dan uang penjualannya tidak digunakan untuk diri-nya sendiri melainkan untuk kegiatan pelayanan. Wow..

7. Scaling up-How a few companies make it &why the rest don't -  Verne Harnish & the Team.
Buku management yang diterbitkan kembali dengan revisi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman sekarang ini, adalah  buku model atau-pun framework management. Verne Harnish menciptakan ‘Rockefeller Habits’ konsep berdasarkan kepemimpinan dan praktek management yang dilakukan oleh John D. Rockefeller , pebisnis hebat pemilih standard oil dan pemilik gedung –kompleks Rockefeller centre.

Menurut Verne dan tim-nya, yang telah membantu banyak perusahaan dan juga menyediakan workshop dan coach untuk membantu pebisnis menerapkan konsep kerja rockefller habits ini, bahwa perusahaan perlu di kelola secara berbeda ketika mulai bertumbuh, pemilik bisnis yang awal-nya hanya memiliki 2 pegawai, berbeda dengan ketika memiliki 50 pegawai, apalagi 100, 1000… maka untuk scale up, dibutuhkan disiplin dan kebiasaan dalam melakukan dan mencapai target pekerjaan.

8. Protestant's Dilemma-Devin Rose
Buku ini termasuk salah satu buku yang saya cari-cari, artinya saya menemukan buku ini dengan upaya. Hahaha jika saya mengklaim diri sebagai katolik fanatik, tapi menikah dispensasi beda agama, mestinya secara logika , kefanatikan saya gugur.  Ya, saya mencari-cari mengapa gereja suami saya berbeda dengan saya dalam banyak hal. Pertanyaan terbesar saya adalah jika semua Kristen mengaku Alkitab satu-satunya sumber Kebenaran, tapi kenapa justru banyak banget denominasi kristen muncul dan bahkan beberapa suku punya gereja dan setiap Negara ada dan berbeda-beda. sebab saya tahu di Gereja kami setiap hari dari yang berada di ujung pelosok negeri terpencil sampai di NewYork  membaca kutipan KS yang sama, ibadat yang sama. Yang juga paling saya cari adalah mengapa saya pribadi sering merasa penginjil  'mencocokkan ayat KS' terhadap suatu hal, ayat-ayat-nya dicarikan, padahal ayat kutipan juga ada ayat lain yang kadang seolah-olah bertentangan. Jadi terasa ada ayat favorit dan tidak favorit, mengutip suatu ayat mengabaikan ayat lain. 
.  
Buku ini amat menarik, ditulis tanpa tendency untuk berdebat (atau bisa jadi perdebatan, entahlah) , ditulis dengan alur pengandaian, dan diakhiri dengan dilemma yang dihadapi gereja. Membaca buku ini cukup menjawab seluruh pertanyaan bahkan membuat saya lebih mengerti ajaran-ajaran Bapak Gereja Protestan. Padahal dari dulu berusaha untuk membaca-nya tapi biasanya sulit di pahami. Sekaligus juga memampukan saya bertanggung jawab terhadap iman saya sendiri dengan lebih percaya diri.

9. Career First – Maya Arvini
Buku ini saya dapatkan langsung dari Mba Maya yg mungil & cantik, saat berkenan sharing di acara 'meet the geek' di kantor. Isi buku-nya sesuai dengan karakter penulisnya, energik  dan antusias dari awal hingga akhir. Buku ini benar wajib dibaca teman-teman yang baru masuk dunia kerja, mempersiapkan diri untuk bekerja maksimal dan berkarir. Namun yang sudah bekerja tapi belum menemukan tips dan cara memompa diri, ngga ada salahnya baca buku ini. Pasti terinspirasi dan mendongkrak semangat diri. 

10. Hooked: how to build habit forming products – Nir Eyal  
Nir Eyal berkarir di silicon valley, study case tidak jauh dari semua product technology. Bagaimana sebuah product – fitur dapat melekat dalam kebiasaan pengguna. Buku ini mengulas konsep pembentukan kebiasaan, tidak berbeda jauh dengan buku The Power of Habit - Charles Duhigg, namun buku Hooked mengulas dari sisi marketing untuk para marketer yang membuat, menciptakan product, fitur maupun aktifitas  promo. Buku ini juga menjelaskan dengan baik manifestasi dari  buku Daniel Kahneman  Thinking, slow and  fast.

11. The Sales Acceleration  Formula – Mark Roberge
Buku selling di era menggunakan data, technology, melakukan penjualan dengan predictable dan scalable. Termasuk salah satu buku selling yang menyegarkan dengan teknik dan cara-cara yang baru.

12. Driving Honda: inside the world’s most innovative  Car Company – Jeffrey Rothfeder
Menurut ulasan, Rothfeder cukup  berhasil menulis buku Honda dengan lengkap dan inspiratif. Menurut saya buku ini sama dengan buku lannya yang mengulas keberhasilan sebuah perusahaan. Dimulai dengan kisah sang pendiri, nilai-nilai dan budaya dalam membangun perusahaan Honda yang membedakannya dengan perusahaan mobil lainnya.

13. Linchpin – Seth Godin
Buku ini dihadiahkan oleh teman, ngga tahu kenapa buku ini dipilih. Mungkin karena penulis-nya Seth Godin, yang telah menghasilkan 18 buku internasional best seller dan kebanyakan genre marketing. Tapi buku Linchpin ini boleh masuk kategori self development. Buku-nya cukup menprovokasi cara berpikir untuk menjadi seorang yang tidak biasa-biasa.

14. Lateral Thinking – Edward de Bono
Buku klasik tentang cara berpikir, sering kali lateral thinking di samakan dengan cara berpikir kreatif. Rasanya iya juga sih, lateral thinking ini mengajak untuk berani keluar dari cara dan pola pikir pada umumnya.

15. Elon Musk: Tesla,SpaceX, nd the Quest for a Fantastic Future – Ashlee Vance
Buku ini sekitar 400-an halaman, bandingkan dengan steve job yang 600-an halaman, kebanyakan buku antara 275-300 halaman. Tapi buku ini tampak tebal karena memang font agak besar-besar. Mestinya enak untuk dibaca, tapi ngga tahu kenapa, buku ini buat saya terasa agak boring, jadi sepanjang tahun ini adalah buku pemecah record terlama dibaca. Tapi, Elon Musk memang jenius, manusia langka sekelas ilmuwan lainnya yang mengubah dunia dengan technology.

16. Sadhana – Antony de Mello
Saya telah memiliki buku ini sekatar 12-13 tahun yang lalu, hadiah dari teman. Belum pernah dibaca hanya sempat di buka-buka. Saya selalu punya kerinduan untuk bisa belajar meditasi. Tapi baru kesampaian dan secara kebetulan pula. Sadhana artinya jalan. Jalan menuju Tuhan dengan cara meditatif. Meski Antony de Mello adalah seorang Jesuit, yang dalam tradisi Jesuit sudah sangat terkenal dengan hidup kontemplatif dan meditasi Ignatius. Buku ini mengajari meditasi Kristen dengan akar  Buddhism dan Hindustan, akar yang amat lekat dengan Pater Antony yang berasal dari India.Buku ini tidak bisa dibaca begitu saja, karena berisikan praktek-praktek meditasi yang sepenuhnya butuh bimbingan.

17.Future of God – Deepak Choopra
Menutup tahun, dalam perjalanan libur akhir tahun, buku ini lumayan menemani perjalanan berjam-jam dalam bus. Deepak Choopra seorang spiritual, memulai buku-nya dengan soal pandangan para atheist yang disebutnya non believer, kemudian berbicara dengan believer dan mengutip baik ayat-ayat dalam Kitab Suci Kristen, Muslim dan Bhagavad-Gita. Di chapter akhir, Deepak mencoba menguraikan jalan/cara untuk menjadi believer.  



Semoga bermanfaat.