Senin, 18 Maret 2013

Secangkir Kopi Pagi......

Ritual pagi saya setiap tahun, selama bertahun-tahun, secangkir kopi dan mensortir email dan membalas email-email. Di awal tahun 2010, ritual pagi saya sungguh berbeda, tidak ada hal-hal penting yang perlu segera di respon dan dipikirkan lebih jauh, apalagi ratusan email, jadi tidak ada yang perlu di sortir dan dibalas.
   Ritual pekan lalu sungguh berbeda, sepekan yang saya nanti-nantikan. Setelah berumah tangga sepuluh tahun, sepekan penuh mengurus seluruh pekerjaan domestik tanpa seorang pembantu. saya menyadari sepenuhnya tugas berat ini, bahkan menjadi salah satu alasan saya berkarir diluar rumah. Namun, saya sungguh tidak menyangka sepekan ini pekerjaan-nya sangat melelahkan secara fisik. Belum pernah saya ‘ngos-ngosan’ dalam bekerja, sekali ini saya harus jeda setiap sekian langkah mengepel, mencuci, buru-buru ke sekolah dan tempat les, baik mengantar maupun menjemput anak. Waktu dari pagi hingga menunggu makan malam suami pulang kantor, berputar bagai gasing…..
   Saat assistant rumah, si Mba kembali, ritual pagi saya berubah lagi, tanpa pola, tanpa rutinitas, yang ada perasaan kehilangan, dan saya baru sepenuhnya sadar, baru dua hari menjalani hari tanpa kesibukan pagi yang produktif, saya seperti baru bangun dari mimpi, omigod, i am jobless…
   Lantas saya menyusun kembali pagi hari dengan ritual rutin, secangkir kopi dan browsing internet. Ternyata hidup dengan kegiatan rutin dan berpola sesungguhnya menyenangkan, sehari dua hari melakukan hal yang bukan rutin, cukup baik untuk menikmati spontanitas. Tapi tidak setiap hari, sebab ketidak-rutinan itu sendiri menjadi rutin.

   Setelah setahun melepas pekerjaan, tahun ini saya kembali bekerja, memulai lagi suatu aktifitas rutin yang berbeda, kali ini lebih berirama. Ada hari dimana ritual mulai dengan email, hari lain dengan miting, dan hari lainnya dengan berkelana Jakarta. Namun apapun rutinitas pagi yang dirancang, satu yang setia menemani, secangkir kopi.


Secangkir kopi pagi adalah ritual menghirup sebuah kenikmatan….

Apakah ritual pagi Anda ??



Semoga bermanfaat,
Feb 2, 2011


Saya senang menggunakan manual grind ini, milik saya warna hitam, khusus untuk setiap cangkir kopi saya, selalu fresh grind, atur tingkat kehalusan grind sesuai dengan cara seduh. Saya suka kopi tubruk, jadi grind yang cukup halus. Tunggu 3-4 menit, seduh dengan air panas suhu 90-98, diminum setelah 4 menit. Minum kopi jangan berlama-lama, kalau sudah dingin menjadi asam dan tidak enak.

TIAMO Coffee Grinder Ceramic Slim [HG6066G] - Green